21 tahun 10 bulan = dewasa
6 Februari 2008 at 6:31 pm | In kontemplasi | Leave a CommentUsia 21 tahun 10 bulan.
Itu yang tercantum di lembar pasien waktu tadi ke rumah sakit. Heu~ ga terasa angka usianya udah banyak.. ^^; (hampir) DUA PULUH DUA.
Adult. Dewasa *makna harfiah*. Dengan titel Ms.
Itu juga yang tercantum setiap nda beli tiket pesawat bolak balik Medan-Jakarta hampir 4 tahun belakangan ini.
Tadi di rumah sakit juga ketemu sama dua temen sekolah -yang keliatannya ga berbeda jauh-, ketemu guru SMA -masih dengan rambut tipis ala inspektur di film2 India-, juga ketemu sama om2 yang udah lama kerja di rumah sakit itu. Dulu sih manggilnya oOm, tapi sekarang ga keliatan seperti umurnya jauh berbeda lagi,, o.O”
Melihat papa, mama, tante, dan orang2 lama di sekitar nda keliatan bertambah tua,, jadi bertanya2.. mungkin diri sendiri juga terlihat berbeda bagi orang2 di sekitar nda.
Di usia yang udah segini, nda ga merasa diri berbeda jauh dari sebelumnya.. kelakuan masi sama tuh di mata adek2 nda : “GiLa” hehe~ ^^; kalo di mata ortu.. ga nanya sih, tapi ga ada komentar aneh, berarti juga ga ada perubahan yang berarti. Mungkin juga karena di antara kakak2 nda yang laen yang juga kuliah, nda yang paling sering mudik kalo liburan kuliah, hampir di setiap semester dan libur Lebaran nda pasti pulang, jadi kalopun ada perubahan yang sifatnya fisik, ga akan di-notice.
Tapi, sepertinya memang sulit buat seseorang untuk melihat dan menilai perubahan dalam diri sendiri. Biasanya kita tahu ada yang berbeda kalo ada orang lain yang bilang langsung sama kita.
Usia DUA PULUH TAHUN-an,, bisakah dikatakan dewasa?
Mengukur kadar kedewasaan seseorang juga sulit, buat nda khususnya.
Tolok ukur kedewasaan seseorang itu abstrak, ga ada standarnya. Kalo menurut nda sendiri, orang yang “dewasa” artinya orang yang punya pola pikir yang bijak, objektif, dan rasional dalam menghadapi dan menyikapi suatu permasalahan.
“dewasa” juga berarti (harus bisa) mandiri. Mandiri yang maksudnya mampu melakukan hal-hal kecil sendiri, ga bergantung sama orang lain, bisa dan berani mengambil keputusan sendiri.
Bertambah tua bukanlah sesuatu yang buruk, tapi apa yang sudah dilakukan dan dicapai dalam proses pertambahan usia itu lah yang paling penting. Jangan sampe waktu2 sebelumnya itu berlalu sia-sia dan ga ada manfaat yang dirasakan.
Dilihat dari arti “dewasa” menurut diri nda sendiri, ternyata nda belum dewasa. Nda masih sangat bergantung sama orang lain. Masih mengandalkan orang lain untuk melakukan sesuatu, bahkan yang sederhana. Masih meminta banyak pendapat dan pertimbangan orang lain dalam mengambil keputusan. Masih mudah terpengaruh sama orang-orang di sekitar yang berlabel “teman”. Masih emosionil menghadapi masalah.
Nda pengen menjadi orang dewasa. Orang dewasa yang masih tetap bisa bercanda. Orang dewasa yang masih tetap bisa tertawa lepas. Orang dewasa yang walaupun berprinsip “mendedikasikan hidup untuk orang lain” tapi tetap ngga kehilangan waktu untuk dirinya sendiri.
Nda pengen menjadi orang dewasa. Orang dewasa yang tetap selalu memandang positif terhadap dunia, memandang semua orang adalah baik, dan menjadi jahat hanyalah sedikit kekurangannya sebagai manusia.
Nda pengen menjadi orang dewasa sesungguhnya karena sampai saat ini nda masih merasa diri seperti anak kecil yang terperangkap di tubuh orang yang dewasa TM secara usia.
Jadi, umur 21 tahun 10 bulan buat nda ternyata = belum cukup dewasa
![]()
Belum Ada Tanggapan »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.