…merhatiin sinetron

9 Februari 2008 at 3:33 pm | In Review | Leave a Comment
Tags:

Dirikuw bukan pencinta sinetron dan ga hobi nonton sinetron.

Tapi, semenjak ada keponakan di rumah yang hobinya ngikutin rangkaian sinetron striping di tipi rajawali, mau ga mau ya nda jadi ikut nonton juga.

Heran loh, padahal keponakan nda yang namanya Chacha itu baru umur 4 tahun, tapi dia selalu tahu jadwal tayangnya sinetron yang di tipi rajawali itu, mulai dari Mentari, Diva (ato terbalik ya?), terus dilanjutin sama Cahaya dan Kasih,,, *heu~ semua sinetronnya judulnya sama dengan tokoh utama di dalamnya dan penulisan judulnya sepertinya juga sama semua seperti sinetron “Intan” dulu*.

Setelah 2 minggu nemenin Chacha nonton sinetron itu, baru kemaren rasanya yang nda bener2 merhatiin “Kasih” -kalo sebelum2nya nontonnya ga betah, bentar2 pergi ^^;-

Jadi, kemarin malam itu yang nda perhatiin bukan jalan ceritanya, tapi pengambilan gambarnya.

Kalo diliat2, sinetron itu gambar yang diambil kebanyakan tampang / ekspresi wajah para pemerannya, dan jarang sekali mengambil gambar suasananya atau bahkan gerakan tubuh para tokoh itu sendiri.

Jadi, misalkan ada beberapa tokoh dalam 1 scene yang sama *ga tau deh istilahnya bener ato ngga* tapi kesannya mereka itu ada di dua lokasi yang berbeda, dan waktu pengambilan gambar yang juga berbeda. Kaya ga saling berhubungan gituw. Perpindahan gambarnya juga “kasar”, ga enak di mata.

Ada adegan yang nda inget, di adegan itu ada cewek lagi memangku bayi sambil menelepon seseorang.. Nah, gambar yang diliatin cuma cewek itu yang lagi megang telepon, sementara bayinya tuw cuma keliatan ujung dahi + rambutnya sejumput..
Aneh deh ngliatnya,, trus ngapain juga dia mangku bayi, toh si bayi ga ngapa2in, ga diambil gambarnya, ga ada ngaruh2nya gitu.. o.O”

Makin lama nda perhatiin, makin ga nyaman nontonnya. Sedikit banget menggambarkan suasana suatu adegan dalam sinetron itu. Kita dipaksa melototin ekspresi wajah para tokohnya yang sedang berdialog. Gesture badannya aja ga kelihatan. Jadi rasanya percuma mereka mo gerak2in tangan kaya apa, karena yang muncul di tipi cuma mukanya doank.

Nonton sinetron itu jadi kaya nonton drama di kelas atau sekolah jaman es de dulu, cuma ngliat ekpresi tokoh2nya dan ga penting background dan suasananya kaya apa.

Selaen pengambilan gambarnya yang ga enak, tema sinetron2 itu pun hampir seragam : cewek miskin yang ternyata anak orang kaya,, atau cewek miskin yang nantinya jadi kaya. Mirip2 lah sama ide cerita telenovela Thalia jaman dulu semacam MariMar, Rosalinda, atau Maria Mercedez.

Ga tau gimana dengan sinetron2 laennya yang tayang di tipi, tapi satu sinetron itu sepertinya cukup bisa mewakili, karena banyak sinteron yang produser dan rumah produksinya sama.

Hanazakari no Kimitachi e

2 Februari 2008 at 6:07 pm | In J-Drama, Review, liburan | Leave a Comment
Tags: , , ,

Ikemen Paradise

Untuk liburan semester kali ini nda nge-burn banyak share-an dorama dari seorang senior yang nyimpen lumayan banyak J-Drama, J-Movie, dan serial western semacam Heroes di hardisknya. Kalau mo cari asal-muasal semua share-an nya itu kayanya susah dejh karena luasnya jaringan LAN yang terhubung, antar kamar dalam satu kosan, antar kosan dalam lingkungan yang berbeda juga. Jadi, ya begitulah.. o.O”

Back to the topic, dorama yang satu ini baru aja selesai nda tonton seQtar 3 hari yang lalu. Pertama kali baca reviewnya di doramalover nda langsung tertarik pengen nonton, tapi waktu itu ga nyangka juga si senior itu udah punya drama ini dalam format *.avi dan/atau *.rmvb nya. Cepet juga, padahal setau nda, drama Hana Kimi e ini baru selesai ditayangin di TV Jepang bulan September 2007 lalu @_@

So, here is the story…

Ashiya Mizuki, diperanin oleh Horikita Maki (yang juga maen di Nobuta wo Produce dan Kurosagi), adalah seorang cewek yang tadinya sekolah di Amerika trus nekad nyamar jadi cowok demi bisa bersekolah di sekolah khusus cowok (Ohsaka Gakuen) di Jepang.

Tujuannya : membuat Sano Izumi [yang sayangnya diperanin Shun Oguri -pemeran Detective Conan Live action-] mau melakukan lompat tinggi dan bisa tersenyum lagi *heu.. kata2 film bgt ya ^^;*

Mizuki merasa bersalah karena semenjak kecelakaan yang melibatkan dirinya dan Sano, Sano ga bisa lompat tinggi lagi, padahal sebenernya itu bukan satu2nya alasan Sano berhenti melakukan lompat tinggi.

Drama ini banyak mengisahkan perjuangan Mizuki untuk bisa mendorong Sano termotivasi lagi untuk melakukan lompat tinggi, ikut kejuaraan nasional, memperbaiki hubungannya dengan Ayah dan adiknya, bahkan menjadikan Sano ikut aktif dalam kegiatan di sekolahnya -yang bener2 bikin kaget teman2nya-

Secara keseluruhan drama ini asli kocak banget,, lebih seru kalo nontonnya ga sendirian, karena bisa ketawa2 bareng ngliat tingkah konyol tokoh2 di dalamnya. Heu~ kalo inget pelemnya masi aja jadi geli sendiri :D

Tingkah konyol pemeran dramanya itu loh.. keliatannya total banget,, that’s what I like about J-Drama.. mungkin juga karena adaptasi dari manga, jadi disesuaikan.

Selaen tingkah tokoh2nya yang konyol, kita juga bisa ngeliat banyak cowok keren di dalamnya, kalo nda sendiri sih suka ngliat model rambut cowok2 jepang ituw :P hehehe…

Tokoh favorit nda -ga dikasi peringkat karena mereka ga bisa dibandingin ;) -

* “Oscar” Masao Himejima.
Ketua Dormitori 3, bidangnya Art, agak gila, sering kesurupan, punya banyak ide ga masuk akal, ekspresi wajahnya sering aneh dan ini yang bikin nda ketawa bgt. Emang sih tampangnya agak sedikit boros sebagai anak SMU, tapi penampilannya TOP bgt dejh ^____^

* Nanba Minami.
Ketua Dormitori 2, bidangnya Sport. Tokohnya cool dan sesuai ma tampangnya yang enak diliat. “Senpai”2 bgt deh, cocok bgt jadi senpainya Mizuki dkk. Walaupun playboy tapi ga kehilangan image ‘dewasa’nya.

* Nakatsu Shuichii.
Naksir ma Ashiya sejak dia masih diketahui sebagai cowok (padahal aslinya kan cewek). Best friend bgt deh, seneng juga kali ya punya best friend kaya gini. Setia kawan, walaupun saingan ma Sano soal Mizuki tapi tetap mendukung dan memotivasi Sano.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.